Latest Updates

Pecatu Indah Resort Jaga Komitmen Bangun Bali

Wednesday, 07/01/09

Dua investor baru sudah bergabung.

Bertambah lagi lapangan golf berstandar internasional di Pulau Dewata, setelah beroperasinya New Kuta Golf Course di Pecatu Indah Resort. Lapangan yang didesain oleh Ronald Fream ini sendiri telah beroperasi sejak tahun lalu, setelah dikebut sejak setahun sebelumnya, menyusul sempat didapuk sebagai ajang Indonesia Open Golf Tournamen 2008. Turnamen internasional ini sendiri kemudian dialihkan ke Jakarta, namun di tahun depan turnamen tersebut akan diselenggarakan di sini. Untuk menjadi penyelenggara, berbagai persiapan telah dilakukan, seperti perbaikan infrastruktur, penataan lansekap di jalan-jalan utama dan sarana penunjang lainnya. "Harapan kami, para pemain golf dunia dapat menikmati kawasan dengan nyaman," kata Made Putrawan, Direktur Utama Bali Pecatu Graha, pengembang kawasan Pecatu Indah Resort.

New Kuta Golf Course, yang baru-baru ini menerima award sebagai IGOLF Laureate Course di Indonesia karena kepeduliannya kepada lingkungan ini, disebut-sebut sebagai satu-satunya lapangan golf di Bali yang dibangun di kawasan wisata terpadu. Berluas 400 Ha, Pecatu Indah Resort memang dirancang sebagai sebuah kawasan one stop integrated resort. Karena itu, disini juga tersedia aneka fasilitas dan akomodasi wisata, antara lain hotel, villas, area belanja, restoran, cultural village, entertainment center, sampai landed houses, hingga fasilitas olahraga, sekolah dan rumah sakit bertaraf internasional.

Mengingat skala dan keberagaman aktivitas yang akan dibangun itu, membuat PT. Bali Pecatu Graha (BPG), pengembang Pecatu Indah Resort (PIR), bersama sejumlah investor. Saat ini setidaknya tercatat sudah ada tujuh investor, mereka antara lain Grup Rekso, Intra Golflink Resort, PT Panorama Development Utama, PT Luminary Wira Bhakti-Westin Group, PT Klapa New Kuta Beach, PT Albros dan PT Cupumanik Griya Permai. "Tiga investor baru, sudah kami dapat lagi," ungkap AR Sofyan, Direktur BPG. Dijelaskan, salah satunya adalah investor asal Korea yang melalui PT Mugi Bali, telah membeli lahan seluas 10,80 Ha yang akan membangun exclusive villa dan dikelola oleh jaringan hotel Kempinski. "Untuk Kempinski ini akan menjadi villa pertama mereka di Indonesia," terang Sofyan lagi. Villa yang dibangun terbatas, hanya 83 unit dan Cuma "memakan" 20% dari luas lahannya, sedangkan sisa lahan akan ditata sebagai ruang hijau. Lainnya adalah investor lokal yang akan membangun condotel berkelas bintang lima di atas lahan seluas 2 Ha.

Saat ini mereka terlihat sudah memasuki proses pembangunan, bahkan tiga di antaranya sedang menyelesaikan tahap final, mengejar momen akhir tahun. Mereka adalah Le Grande Suite yang dikembangkan oleh PT Albros. Sebagian konstruksi bangunan ini sudah berdiri dan setelah mengambil alih tahun lalu, PT Albros menyalinnya menjadi 128 hotel suites bintang lima plus 62 serviced residences dengan desain modern tropical dan berfasilitas dua kolam renang dengan cabanas-nya, entertainment and function room berkapasitas 250 orang serta fitness and day spa. Direncanakan 60 unit hotel suites akan siap dioperasikan pada Desember ini, sekaligus untuk uji coba menjelang Indonesia Open Golf Tournament pada Februari 2009.

Momen hari raya natal dan akhir tahun, saat Bali dipenuhi turis lokal dan asing, juga dijadikan tenggat waktu oleh New Kuta Condotel.
"Soft opening akan kami lakukan pada akhir Desember dengan membuka 146 roomkeys dan grand opening pada awal tahun 2009," jelas Purwanto, Pimpinan Proyek New Kuta Condotel. Akomodasi yang merangkum 273 roomkeys ini akan dikelola oleh Best Western. Masuknya operator internasional yang di tahun 2008 cukup ekspansif ini membuat condotel ini mengalami perubahan konsep. "Menjadi hotel bintang tiga yang berfasilitas bintang empat," jelas Arturo A. Seril, Project Manager PIR. Untuk itu pengolahan desain interior dan eksterior pun diubah, lebih menampilkan sebuah kemewahan nan elegan. Kemudian, "Lantai terbawah dijadikan shopping arcade sebanyak 19 unit yang bisa disewa oleh restoran atau kafe," imbuh Purwanto.

Dengan peningkatan kelas itu, segmen pasar menjadi lebih luas, tidak lagi terbatas para surfers - maklum pantai New Kuta selama ini tenar bagi para peselancar - juga family dari kelas menengah, terutama turis lokal yang setahun ini membuat pariwisata Bali begitu bergairah. Tidak hanya itu, hal tersebut membuat nilai properti ini juga menanjak. Jika setahun lalu dipasarkan dengan harga Rp310 juta untuk tipe studionya, kini sudah Rp446,5 juta. "Sudah terjual 80 persen", ungkap Purwanto. Kenaikan nilai ini membuat untuk sementara, tujuh unit exclusive room-nya yang memiliki private pool tidak akan dilepas ke pasar. Tentunya berharap untuk mendapat harga yang paling tepat, ketika hotel sudah beroperasi secara penuh.

Klapa entertainment center juga terlihat sedang terus menyelesaikan pembangunannya. "Rencananya sebelum libur akhir tahun, kami sudah soft opening," kata Eric Marco Ranti, Direktur PT Klapa. Lounge, plaza dan view deck di lantai teratas adalah tiga fasilitas yang akan dibuka terlebih dulu. Klapa, berupa bangunan setinggi dua lantai plus 2 basement yang dibangun di lahan seluas 6 ribu m2, akan merangkum delapan entertainment outlet, antara lain restoran, karaoke room, lounge, club dan spa, serta kolam renang. Semua ruang akan didesain dengan nuansa elegan berkualitas internasional. "Salah satu restorannya akan didesain menjadi upgrading buffet restaurant. Keberagaman fasilitas itu membuat usia pengunjung kami tidak terbatas, dari anak-anak hingga manula," kata Eric, seraya menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah mengaplikasikan energy system secara hemat. "Kuncinya hanya pada pemilihan jenis lampu, dan itu membuat kami bisa berhemat sampai 75% dari perhitungan awal," jelasnya.

Rencana Berikut

Timing adalah hal penting dalam pengembangan properti, selain tentunya lokasi. Karena itu, para investor (dan BPG sendiri pastinya) tidak menyia-nyiakan waktu yang bagi pariwisata Bali sedang mencapai puncaknya. Untuk itu, meski banyak orang pesimis dengan kondisi tahun depan yang kami yakini, baik funding dan selera membeli memang sedang rendah," imbuh Sofyan. Menurutnya, rencana membangun fasilitas akomodasi dari segala kelas ini, untuk mengantisipasi kebutuhan akomodasi aneka event yang akan terselenggara di sini. "Apalagi di sini juga akan ada convention building berkapasitas 5 ribu orang," katanya, seraya menambahkan setidaknya hingga dua tahun mendatang baru tersedia 600 kamar.

Tak mau kalah, PT Klapa juga akan membangun villa compound di atas sisa lahannya yang berluas 1,2 Ha. Dirancang bagi para honey-mooner, disini akan dibangun sekitar 15 vila. "Tengah tahun depan," kata Eric menjelaskan waktu pembangunannya.

Melihat kegairahan dan rencana mereka, bisa dikatakan krisis global ini tak membuat komitmen pengembang Pecatu Indah Resort surut untuk terus membangun pariwisata Bali.

(Sumber : Majalah Properti Indonesia Edisi No. 1179-Desember 2008)